Category: HCML Article

10 posts

Bintan – Visi Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) untuk menjadi produsen gas terbesar di Jawa Timur dan operator pilihan di Indonesia akan menjadi kenyataan, menyusul kesiapan mereka memproduksi gas dari Lapangan MAC di Selat Madura dengan diawali proses kegiatan Load out & Sail Away Well Head Platform MAC yang berjalan sesuai rencana, hari ini, Selasa (21/6/2022) oleh PT. Meindo Elang Indah (kontraktor EPCI) di Bintan Yard, Pulau Bintan, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

“Lapangan MAC ini merupakan salah satu penyangga dari target produksi gas SKK Migas 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada 2030. Project MAC dimulai dengan sangat baik dengan mengikuti peraturan keselamatan kerja yang tinggi, tentu akan menghasilkan karya yang baik pula,” kata Kepala Divisi Pengelolaan Aset SKK Migas, Achmad Riad.

HCML adalah salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dibawah pengawasan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Potensi produksi Lapangan MAC diketahui sebesar 50 MMSCFD.

Dalam bekerja, HCML berpegang kuat pada komitmen terhadap etika, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan hidup. “Dengan adanya kegiatan Sail Away WHP MAC ini, kami berharap visi itu menjadi nyata,” kata Kang An, General Manager HCML.

HCML menanamkan investasi untuk memaksimalkan produksi dalam jangka waktu lima sampai tujuh tahun. “Kami mengupayakan pengembangan Lapangan MAC yang diperkirakan pada Q4 2022 sebagai bagian dari upaya kami memberikan sumbangsih kepada NKRI,” kata Kang An.

Kegiatan Load out & Sail Away ini merupakan proses melepas well head platform (WHP) ke laut. Ini sebagai tanda bahwa proses pembuatannya di pabrik sudah selesai, dan akan berlayar ke titik instalasinya di Selat Madura. Diharapkan, ini dapat meningkatkan produksi gas, karena saat ini kebutuhan gas di Indonesia semakin besar seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

HCML sendiri sudah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan PT Petrokimia Gresik (15 MMSCFD), PT Bayu Buana Gemilang (10 MMSCFD) dan PT Inti Alasindo Energy (10 MMSCFD). “Nantinya lifting gas ini akan memenuhi kebutuhan masyarakat dan Industri di Jawa Timur,” tutur Kang An.

Reputasi HCML tidak perlu diragukan lagi. Perusahaan ini sudah berpengalaman memproduksi gas dan minyak kondensat dari empat sumur di Blok Selat Madura sejak 2017. HCML saat ini menjadi salah satu tulang punggung pemenuhan gas di Jawa Timur dengan menyumbang sekitar 30 persen pasokan gas.

HCML juga memiliki reputasi sebagai perusahaan yang mengelola Lapangan BD sebagai fasilitas lepas pantai pertama di Asia yang menghasilkan belerang cair dan melakukan pembongkaran belerang cair, setelah melakukan pemuatan sulfur cair untuk pertama kali pada 2017.***

Bintan – 18 Januari 2022. Lapangan MAC yang dioperasikan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), siap berproduksi.

HCML menggelar acara “First Steel Cut Ceremony” (peresmian awal pekerjaan) Lapangan MAC di Bintan, Selasa (18/1/2022). Acara ini dihadiri pejabat dari SKK Migas, HCML, PT Meindo Elang Indah (kontraktor rekayasa, pengadaan, konstruksi dan instalasi (EPCI) anjungan gas dan jalur pipa Lapangan MAC), dan sejumlah perwakilan mitra kerja.

“Kami sudah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan PT Petrokimia Gresik (15 MMSCFD), PT Bayu Buana Gemilang (10 MMSCFD), dan PT Inti Alasindo Energy (10 MMSCFD). Nantinya, lifting gas ini akan memenuhi kebutuhan masyarakat dan Industri di Jawa Timur,” tutur Hamim Tohari, Manager Regional Office & Relations.

Potensi produksi Lapangan MAC diketahui sebesar 50 MMSCFD. HCML menanamkan investasi ini untuk memaksimalkan produksi dalam jangka waktu 5 sampai 7 tahun. “Kami mengupayakan pengembangan Lapangan MAC yang diperkirakan onstream pada Q4 2022 sebagai bagian dari upaya kami memberikan sumbangsih kepada NKRI,” kata Hamim.

Saat ini, kebutuhan gas di Indonesia semakin besar seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. HCML sebagai produsen gas di Jawa Timur selama ini berpengalaman menggarap produksi gas di Blok Selat Madura. HCML memproduksi gas dan minyak kondensat sejak tahun 2017 dengan mengelola empat sumur. HCML menjadi salah satu tulang punggung pemenuhan gas di Jawa Timur dengan menyumbang sekitar 30 persen pasokan gas.

HCML juga memiliki reputasi sebagai perusahaan yang mengelola Lapangan BD sebagai fasilitas lepas pantai pertama di Asia yang menghasilkan belerang cair dan melakukan pembongkaran belerang cair, setelah melakukan pemuatan sulfur cair untuk pertama kali pada 2017.

“Kami ingin memenuhi visi menjadi produsen gas terbesar di Jawa Timur dan operator pilihan di Indonesia, dengan mengelola bisnis minyak dan gas yang berpegang kuat pada komitmen terhadap etika, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan hidup. Dengan dimulainya proyek Lapangan MAC di Bintan ini, kami berharap visi itu menjadi nyata,” kata Hamim.

Sementara itu, Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Ardiansyah menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas pelaksanaan kegiatan “First Steel Cut Ceremony” Lapangan MAC yang dioperasikan HCML. Kegiatan tersebut menunjukkan dukungan yang kuat dari HCML terhadap upaya-upaya peningkatan produksi migas nasional. “HCML adalah salah satu penopang produksi gas nasional, yang ditahun 2021 mencatatkan produksi dan salur gas sebesar 102 MMSCFD dan di tahun 2022 target produksi dan salur gas naik menjadi 172 MMSCFD atau meningkat sekitar 69 persen. Dengan target proyek ini akan onstream di Q4 tahun 2022, maka produksi Lapangan MAC akan menopang upaya HCML untuk dapat mencapai target 2022”, kata Ardiansyah.

Lebih lanjut, Ardiansyah menegaskan agar dalam pelaksanaannya HCML senantiasa mengedepankan pelaksanaan keselamatan kesehatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL), terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Aspek K3LL adalah prioritas di industri hulu migas, sehingga menjadi kewajiban

HCML untuk menjaga betul sampai onstream bisa mencatatkan zero accident. “Kecelakaan kerja selain berpotensi menimbulkan kerugian, juga dapat menyebabkan penyelesaian proyek menjadi tertunda. Maka, semangat dan implememtasi K3LL pada level yang tinggi harus menjadi komitmen semua pihak yang terlibat dalam proyek ini agar target onstream lapangan MAC di Q4 dapat direalisasikan. Protokol Covid-19 harus benar-benar dijaga, terlebih Pemerintah sudah meminta semua pihak mewaspadai potensi penyebaran varian Omnicorn. Harus dijaga betul agar tidak ada kasus di proyek”, tutup Ardiansyah.*

HCML HSSE ‘Goes To School’ Sambangi SMAN 1 Sumenep

Sumenep – Husky–CNOOC Madura Limited (HCML) bersama SKK Migas mengampanyekan arti penting kesehatan dan keselamatan di SMAN 1 Sumenep pada Kamis (03/10/2019). Kegiatan berlabel HCML HSSE Goes to School 2019 ini menyasar 250 perwakilan siswa kelas X, XI, dan XII SMAN 1 Sumenep.


“Kami ingin menanamkan budaya safety, budaya menjaga lingkungan, serta pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dimulai dari generasi millenial. Karena itulah, kami merangkul para siswa SMA,” kata Senior Head of Safety and Environment Husky-Cnooc Madura Limited (HCML), Agus Santoso.


Dalam kegiatan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tersebut para siswa tidak sekedar dikenalkan pada prinsip-prinsip dasar HSSE, namun juga langsung diajak terlibat dalam simulasi penanganan beberapa kejadian. Diantaranya pemadaman untuk kebakaran ringan, serta penanganan pertama pada korban cedera atau kecelakaan, bagi siswa yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR).


“Jadi siswa ini kami ajak langsung praktek. Tidak sekedar teori, tetapi mereka bisa langsung terlibat bagaimana penanganan kebakaran ringan, bagaimana pertolongan pertama pada kecelakaan,” ujarnya.


Sosialisasi tersebut diikuti dengan antusias oleh para siswa. Apalagi kegiatan itu juga bertabur hadiah mulai cokelat hingga sepeda gunung, dalam game-game seru sepanjang acara.


Menurut Agus, HSSE menjadi nilai utama dalalam kegiatan industri hulu migas. HCML merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. HCML sebagai wakil dari Pemerintah Republik Indonesia untuk menjalankan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Blok Madura Strait.


“Wilayah kerja operasi kami berlokasi di perairan Selat Madura. Insyaallah kegiatan ini akan terus berlanjut. Apalagi HCML akan memasuki masa-masa produksi. Jadi harus semakin akrab dengan stake holder,” ucap Agus.
HCML HSSE Goes to School 2019 tersebut juga dihadiri oleh Arif Abadil, mewakili Kepala SKK Migas Jabanusa, serta dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep.


Sementara Kepala SMAN 1 Sumenep, Syamsul Arifin menyambut baik kegiatan tersebut. Baginya, suatu kehormatan, sekolah yang dipimpinnya terpilih menjadi tempat HSSE Goes to School. “Terima kasih kepada HCML untuk kerjasamanya. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi sekolah dan siswa kami,” ucapnya.***

Capai 3 Juta Jam Kerja Selamat, HCML Terima Penghargaan dari Ditjen Migas
Jum’at, 26 Agustus 2016 11:12:10 WIB
Reporter : Renni Susilawati

Surabaya (beritajatim.com) – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) kembali meraih penghargaan dalam industri migas. HCML menerima penghargaan “Patra Nirbhaya Karya Pratama” kategori “Tanpa Kehilangan Jam Kerja Sebagai Akibat Kecelakaan”, dalam acara “Forum Komunikasi Keselamatan Migas Tahun 2016” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Rabu (24/8/2016) di Nusa Dua – Bali.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Plt. Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan kepada General Manager HCML, Huang Chunlin, dalam Gala Dinner/Malam Penganugerahan Penghargaan Keselamatan Migas 2016 di hadapan sekitar 80 KKKS Migas dan undangan.

HCML berhak menerima penghargaan ini karena mampu meraih 3.217.511 jam kerja tanpa kehilangan hari kerja karena kecelakaan pada periode 1 November 2010 hingga 31 Maret 2016, berdasarkan Permen Pertambangan dan Energi No. 516.K/38/M.PE/1989.

“Sesuai dengan tema forum komunikasi ini yaitu Keselamatan Migas Merupakan Budaya Pada Industri Minyak dan Gas Bumi, HCML selalu dan akan berupaya keras untuk terus konsisten dengan mengutamakan keselamatan kerja dalam setiap aktifitas operasinya. Ini menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi kami,” tegas Huang usai acara.

Agenda Lain

“Forum Komunikasi Keselamatan Migas Tahun 2016” diselenggarakan selama dua hari, Rabu-Kamis (24-25/8). Dalam forum ini, diadakan sesi bedah buku dan peluncuran buku “Atlas Keselamatan Migas: Belajar dari Kesalahan” oleh Tim Independen Pengendalian Keselamatan Migas (TIPK-Migas). Selain itu, terdapat pula penyampaian “Profil Keselamatan Migas” oleh Dirjen Migas, Dr. Ir. I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja M.Sc.

“Sosialisasi Rancangan Permen ESDM tentang Sistem Manajemen Keselamatan Migas dan Pemeriksaan Teknis Instalasi dan Peralatan Pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi” pun digelar. Tidak ketinggalan, “Dialog Keselamatan Migas bertema Penerapan Budaya Keselamatan” yang bernarasumber Dirjen Migas, Dirjen Perhubungan Udara, Suprasetyo, dan Ketua Umum Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N), Dr. Ir. Waluyo.

“Forum Komunikasi ini sangat kaya dengan kegiatan dan informasi tentang keselamatan dalam industri migas yang menjadi poin utama dalam industri ini. Salah satu yang menarik yaitu Sosialisasi Sistem Administrasi Online dan SMS Center Keselamatan Migas dimana kedua sistem tersebut dibangun untuk mempermudah dan mempercepat proses pelaporan KKKS terkait keselamatan, insiden dan lainnya kepada Ditjen Migas. Saat ini kedua sistem tersebut masih dalam tahap uji coba dan akan efektif mulai tahun depan,” ujar Manager HSE HCML, Rockyanto Sasabone.[rea/kun]

Sabtu, 30 Juli 2016 , 12:30:00
HCML Raih Penghargaan BLH
jpnn.com

Perusahaan Migas Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim.

Penghargaan yang diserahkan Gubernur Jatim, Soekarwo itu diterima Manager of HSE (Health, Safety & Environment) HCML Rockyanto Sasabone. HCML yang beroperasi di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas diputuskan layak untuk menerima penghargaan ini, karena dinilai sebagai salah satu perusahaan yang taat dalam Pelaksanaan Pelaporan Pengelolaan Lingkungan secara konsisten kepada pemerintah daerah.

“Kita berharap agar HCML ke depan dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di wilayah-wilayah operasinya,” kata Senior Manager Legal, HR and Business Support HCML, Wahyudin Sunarya. “Sebelumnya, kami juga sukses meraih “Penghargaan Cinta Karya Nusantara Dengan Peringkat Perak” dari Menteri ESDM. Untuk itu, tentu ke depan kami bertekad akan terus mempertahankan kedua prestasi ini,” terangnya.(JPNN/pda)

  •  

Kamis, 28 Juli 2016 , 04:16:00
Berkat Produk Lokal, HCML Raih Penghargaan

jpnn.com

Sebuah penghargaan bergengsi diterima Kontraktor Kontrak kerjasama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Jawa Timur, Husky – CNOOC Madura Limited (HCML).

Perusahan yang beroperasi di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas itu menerima penghargaan bertajuk “Kinerja Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Kegiatan Usaha Hulu Migas 2015”. Penghargaan dari Kementerian ESDM itu memang diberikan bagi perusahaan yang banyak menggunakan produk lokal.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Ali Masyhar menyambut gembira atas keberhasilan HCML meraih penghargaan ini. “Ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa industri migas punya manfaat langsung pada peningkatan perekomian dan dunia usaha nasional, termasuk di daerah,” katanya.

Penghargaan untuk HCML itu diserahkan oleh Menteri ESDM, Sudirman Said dan diterima oleh Senior Manager Development HCML, Jonny Pasaribu, di kantor Kementerian ESDM, pekan lalu. (JPNN/pda)

HCML Gelar Expat dan Expert Go to Campus di ITS

Kamis, 19 Mei 2016 21:15:21 WIB
Reporter : Fahrizal Tito

Surabaya (beritajatim.com) – Sebagai salah satu wujud nyata komitmen Husky – CNOOC Madura Limited (HCML) terhadap dunia pendidikan di Indonesia, HCML menggelar kegiatan “Expat & Expert Go to Campus”.

Acara yang terselenggara berkat kerjasama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Petronas Carigali Ketapang II Limited (PCKIIL) ini diadakan di Gedung Rektorat 1, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya (ITS), Kamis (19/5/2016).

Acara tersebut dihadiri oleh Dekan Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ir. Purwanita Setijanti M.Sc., Ph.D., perwakilan HCML, SKK Migas, PCKIIL serta sekitar 100 mahasiswa/i jurusan Teknik Geofisika, Teknik Kelautan, dan Teknik Kimia ITS.

Dalam sambutannya, Dr. Widya Utama D.E.A., Ketua Jurusan Teknik Geofisika ITS, mengatakan ITS sangat berbangga hati karena telah dilirik oleh perusahaan kelas internasional dan nasional , sehingga dengan digelarnya kelas ini pihaknya dapat mengetahui cara kerja perusahaan yang bergerak di bidang pengeksplorasian sumber migas, dan para mahasiswa yang duduk di semester 4 dan 5 bisa menyiapkan diri mengenai softskill dan attitude-nya agar bisa masuk di lingkungan kerja internasional.

“Selain itu, ITS sangat berbangga karena bisa mengetahui sumber data dilapangan yang sedang terjadi karena menjadi keuntungan tersendiri bagi kami apabila juga bisa mengetahui perkembangan data yang ada. Tidak menutup kemungkinan sumber-sumber yang telah ada ini nantinya dikelola oleh penerus bangsa seperti mahasiswa dari ITS ini. Serta kami juga menyatakan siap untuk menjadi dapur pengelolaan data bagi perusahaan nasional dan internasional,” ujarnya.

Panitia dari SKK Migas, Diana Raya, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari sharing knowlegde antara dunia Migas dengan dunia pendidikan.

“Kegiatan ini adalah bagian dari alih teknologi yang bertujuan meningkatkan dan memberikan pemahaman nyata kepada para mahasiswa mengenai kegiatan di industri hulu migas. Kegiatan ini adalah yang pertama di ITS Surabaya, dan kedepannya program seperti ini akan tetap dilaksanakan untuk tetap memenuhi komitmennya,” jelas Diana.

Pada sesi pertama, tampil sebagai pembicara yaitu Senior Head of Geoscience HCML, Kian Han  serta Geophysical Specialist HCML, Li Bin. Dihadapan audiens, mereka menyampaikan materi tentang “Integrated Subsurface Geoscience Evaluation & Reservoir Evaluation”. Tentang integrasi antara geologi, geofisika, petrofisika, dan engineering di dalam pengkajian bawah permukaan dalam kaitannya terhadap kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.

“Semua komponen pengujian dari geofisika hingga uji seismik yang intensif harus dilakukan untuk nantinya memastikan potensi yang terkandung dalam area pencarian gas maupun minyak bumi. Tak boleh satupun yang terlewatkan,” ungkap Geophysical Specialist HCML, Li Bin kepada mahasiswa ITS di ruang seminar Rektorat ITS, Kamis (19/5/2016).

Hal yang sama juga diamini oleh Kian Han, Senior Head of Geoscience HCML, dimana hasil sejumlah uji itu akan digunakan sebagai upaya “merayu” pemerintah dalam hal ini SKK Migas untuk mengeluarkan izin pengeboran sumur explorasi yang baru.

“Tetapi tidak semua uji ini membuahkan hasil atau menghasilkan minyak atau gas. Saat digali bisa saja hasilnya tak seperti prediksi, tetapi sumur explorasi ini tak langsung kami tinggalkan atau ditutup kembali, kami akan melakukan berbagai evaluasi lebih intensif lagi,” ungkap Kian Han ketika mendapat pertanyaan dari mahasiswa.

Kian Han, juga memastikan semua hasil dari minyak maupun gas yang mampu mereka exploitasi di tengah laut (offshore) harus dilaporkan dan diserahkan ke negara untuk kemudian dijual kepasar Migas.

“Tetapi sebelum dilaporkan, kami harus menyisihkan dulu kebutuhan gas untuk operasional lifting kami selanjutnya. Dan itu tidak sedikit juga, itulah makanya dalam pencarian Migas, ada banyak sumur Migas produktif yang harus digali,” tutur Kian Han.

Sedangkan pada sesi ketiga – setelah sebelumnya diselingi oleh presentasi dari perwakilan PCKIIL pada sesi kedua – Head of Completion HCML, Michael Etuhoko dan Senior Petroleum Engineer HCML, Syaiful Nurdin tampil dengan materi “Drilling & Completion in a Nutshell”.

Dalam presentasinya, mereka memberikan gambaran umum tentang dunia pemboran minyak dan gas baik di darat maupun di lepas pantai. Dijelaskan pula lebih lanjut mengenai konsep kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan kontraktor perusahaan migas dalam pengelolaan minyak dan gas bumi di Indonesia.

Di bagian lain persentasi, juga dijelaskan tentang peralatan-peralatan yang digunakan dalam operasi pemboran dan penyedia-penyedia jasa yang terlibat dalam operasi pemboran. Hal ini dimaksudkan untuk membuka wawasan audiens terkait besarnya kesempatan yang mungkin tercipta dari industri migas.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah HCML ingin menunjukkan komitmen dan kepedulian bahwa Perusahaan patuh terhadap ketentuan-ketentuan pemerintah, serta kewajiban transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam industri migas, kepada para stakeholders. Selain itu, momen ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan HCML, dan menunjukkan bahwa para pekerja asing yang kita miliki juga bisa memberikan kontribusi kepada lingkungan diluar HCML,” kata Senior Manager of Legal, HR and Business Support HCML, Wahyudin Sunarya.

“Kita pun tidak hanya mengundang para mahasiswa/i jurusan Geofisika saja, melainkan juga dari Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Teknik Kelautan ITS. Karena, materi yang diberikan juga berkaitan dengan bidang yang mereka pelajari yang tentu akan memperkaya ilmu pengetahuan mereka,” tutup Wahyudin. [ito/kun]

Kembangkan Lapangan Gas, Husky Tebang Mangrove

Koran Sindo, Hal. 3

Jum’at, 13 Mei 2016

Menyusul akan dimulainya pengembangan lapangan gas BD di Selat Madura, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) melakukan pemotongan pohon bakau (mangrove) yang berada di garis pantai Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Sebagai konsekuensinya, HCML akan mengganti satu pohon yang ditebang dengan menanam 10 pohon mangrove.

Penebangan pohon mangrove secara simbolis ini dilakukan KH Abdullah Siraj, salah seorang pengasuh Ponpes Sidogiri dan pejabat muspika Kecamatan Kraton. Penanaman bibit pohon mangrove baru akan dilakukan pada kawasan yang telah ditentukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan.

HCML merupakan salah satu KKKS dari SKK Migas untuk menjalankan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Blok Madura Strait. Di Desa Semare, Kecamatan Kraton, akan menjadi Gas Station distribusi gas bumi pada perusahaan yang berdirldi Kabupaten Pasuruan.

Manager of Legal & Relation HCML, Wahyudin Sunarya mengungkapkan, pemotongan pohon mangrove telah mendapat persetujuan Pemkab Pasuruan. Pihaknya juga telah berkoordinasi agar proses pemotongan dan penanaman pohon mangrove pengganti sesuai prosedur yang berlaku.

Menurutnya, sebagai bentuk tanggung jawab dan wujud kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan hidup, HCML akan melakukan penanaman kembali pohon mangrove sesuai ketentuan yang berlaku. Kegiatan penanaman kembali akan dilakukan dengan berkoordinasi dan sesuai rekomendasi BLH.

“Setiap satu batang pohon mangrove yang dipotong akan diganti dengan 10 batang pohon mangrove baru.” Dengan penggantian pohon mangrove baru tersebut, akan semakin banyak pohon mangrove yang tertanam di garis pantai Desa Semare. Jadi, secara tidak langsung, pihaknya turut berpartisipasi dalam upaya peningkatan kelestarian lirigkungan hidup di sekitar lokasi proyeknya.

Ketertinggalan empat kabupaten di Madura tidak lepas dari tingkat kemandirian pemkab. Sektor pajak dan retribusi masih sedikit menyumbang PAD, melainkan penyumbang terbesar adalah hasil migas. Di Madura, di darat maupun laut, terdapat 11 kontraktor kerja sama (KKS) yang terdaftar di SKK Migas. Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar menerangkan, Pulau Madura memiliki potensi yang baik, namun cadangan diperkirakan akan habis pada lima tahun ke depan. Di Sumenep, Santos telah menghasilkan gas kisaran 40 -50 MMSCFD. Di Bangkalan, ada 20.000 barel minyak per hari dan gas 100 MMSCFD, sedangkan di Sampang diperkirakan kapasitas maksimum menghasilkan gas 100 MMSCFD. Namun di Sampang yang dikelola oleh HCML belum berproduksi. Namun daerah penghasil migas hanya mendapat bagi hasil sedikit.

Sumber: Surya

Perusahaan migas harus bersiap membangun kantor perwakilan di Kabupaten Sumenep, supaya lebih dekat dengan daerah penghasil migas. Hal itu harus dilakukan jika Raperda Migas rampung dibahas Pansus II DPRD Sumenep. Dalam pansus terkait migas tersebut, tidak hanya terkait CSR yang masuk dalam poin-poin raperda, tapi juga adanya persyaratan perusahaan migas harus ber-home base di Kabupaten Sumenep. Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumenep, Abdul Kahir mengatakan, perusahaan yang mengelola migas di Sumenep ada delapan kontraktor kontrak kerjasama (K3S) migas. Diantaranya, Kangean Energy Indonesia (KEI), Husky-CNOOC Madura Ltd, Energi Mineral Langgeng (EML), Petronas Carigali, Petrojaya North Kangean (PNK), Techwin Energy Madura Ltd, Santos Madura Offshore Pty6 Ltd, dan Husky Anugerah Limited. “Dari semua perusahaan migas itu kantornya berdomisili di Jakarta dan sebagian punya kantor perwakilan di Surabaya seperti KEI dan SKK Migas Jabamanusa.” Ujar Kahir. Sementara itu, Ketua BP2D DPRD Kabupaten Sumenep, Iskandar mengatakan, Raperda Migas sudah diajukan, tapi pembahasannya masih menunggu waktu APBD 2016.

Sumber: Korankabar.com